Penyebab Demam dan Perawatannya

Memahami penyebab demam sangat penting untuk dapat melakukan perawatan yang tepat pada penderita demam. Saat seseorang mengalami demam atau suhu tubuh yang tinggi bukan berarti kondisi itu timbul dengan sendirinya. Demam terjadi biasanya disebabkan oleh infeksi yang terjadi didalam tubuh.

Kadangkala ketika mengalami demam seseorang tidak merasa dirinya demam atau merasakan bahwa suhu tubuhnya tinggi karena setiap orang memiliki riwayat demam yang berbeda beda.

Saat demam terjadi bahkan ada yang tidak memerlukan perlakuan khusus, misalnya pengobatan. Semua itu tergantung pada kondisi fisik, usia penderita dan juga factor yang menyebabkan kondisi demam itu terjadi.

Para ahli menyatakan bahwa ketika demam terjadi hal itu merupakan suatu pertahanan tubuh secara alami untuk melawan infeksi yang terjadi.

Demam yang terjadi pada seseorang itu adalah merupakan bentuk respon alamiah tubuh terhadap adanya serangan kuman.

penyebab demam

Saat tubuh mengalami demam maka virus atau kuman akan menjadi tidak nyaman berada dalam tubuh manusia dan semakin memfungsikan sel darah putih yaitu limfosit dan neutrofill untuk lebih efektif membasmi patogen dari luar seperti virus, bakteri, parasit, jamur dan lain sebagainya.

Advertisement

penyebab Demam


Penyebab Demam

Hipotalamus adalah bagian dari otak yang fungsinya mengontrol suhu di dalam tubuh. Suhu tubuh akan selalu berubah setiap hari dari suhu normal tubuh yaitu 37 derajat celcius.

Perubahan suhu tubuh tersebut adalah merupakan respon tubuh terhadap infeksi, penyakit maupun beberapa penyebab lainnya. Saat merespon ini maka suhu tubuh bisa meningkat tinggi.

Walaupun penyebab demam adalah infeksi umum seperti pilek dan gastroenteritis namun ada penyebab lain yang bisa menimbulkan demam seperti infeksi telinga, paru-paru, kulit, tenggorokan, kandung kemih, atau ginjal dan juga kondisi yang menyebabkan peradangan seperti efek samping obat, Kanker dan penggunaan vaksin.

Beberapa penyebab dari demam juga disebabkan oleh penyakit yang tidak menular.

Pada umumnya demam bukanlah sesuatu yang berbahaya akan tetapi perlu mewaspadai timbulnya hipertermia yang ditimbulkan karena adanya perubahan suhu ekstrim biasanya karena efek samping obat-obatan tertentu atau obat-obatan terlarang.

Saat terjadi hipertermia maka sensor yang mengatur suhu tubuh tidak lagi mampu menjalankan fungsinya dengan baik.

Yang paling umum ditemui pada anak anak saat menalami demam adalah berkurangnya nafsu makan, lesu dan sering rewel. Sampai pada taraf tertentu anak akan mengalami batuk, sakit telinga, muntah dan diare.

Sebenarnya bila demam terjadi akan tetapi tetap beraktivitas lainnya atau tidak merasa terganggu dengan demamnya, masih bisa bermain, makan dan minum seperti biasa maka tidak perlu segera memberi obat penurun panas.

Demam yang muncul sebenarnya sistem imunitas tubuhnya sedang dilatih untuk melawan kuman.

Artikel Lainnya

Tanaman obat obatan tradisional Tanaman obat obatan tradisional sangat banyak dilingkungan kita. Daerah kita yang terkenal dengan iklim tropis menjadi lahan yang subur akan tanaman o...
Mencegah Dampak Kabut Asap Dampak akibat kebakaran hutan memang sangat besar terkait kesehatan masyarakat. Setiap individu harus berusaha melakukan pencegahan dan penanganan aki...
Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan - Walupun sudah mendapatkan tambahan dana dari pemerintah sebanyak Rp 5 Triliun rupanya dalam tempo dekat BPJS Kesehatan...
.

Menurut American Academy of Pediatrics, jika Anda memiliki bayi dengan usia kurang dari 4 bulan dengan suhu dubur 38 derajat celcius atau lebih, Anda harus segera segera membawanya ke dokter Anda atau untuk penangan lebih cepat pergi ke ruang gawat darurat.
Demam yang tinggi pada anak anak tanpa penanganan yang cepat bisa menyebabkan timbulnya kejang.

Oleh sebab itu ada baiknya untuk memeriksakan anak segera ke dokter bila demam dan disertai tanda si anak terlihat sangat sakit, mengantuk atau sangat rewel, memiliki riwayat masalah medis seperti pernah kejang sebelumnya, ada gejala ruam, sakit tenggorokan, sakit kepala, sakit telingan dan leher kaku.

Anda juga perlu memeriksakan ke dokter bila demam berlangsung lebih dari 1 hari pada anak kurang dari 2 tahun atau berlangsung lebih dari 3 hari pada anak usia 2 atau lebih tua.

Diagosis Demam

Diagnosis Demam

Walaupun demam sangat mudah untuk diukur akan tetapi sulit untuk menentukan penyebabnya.

Perlu adanya pemeriksaan fisik oleh dokter atau tenaga medis yang mengetahui gejala maupun kondisi penderita. Selain adanya pemeriksaan fisik beberapa keterangan untuk penegakan diagnose juga cukup penting diketahui seperti adanya pemakaian obat, pernah bepergian ke daerah dengan infeksi atau memiliki risiko infeksi lainnya.

Beberapa demam yang terjadi kadang tidak diketahui penyebabnya dimana hal itu menjadi kondisi yang tidak biasa atau tidak jelas seperti infeksi kronis, gangguan jaringan ikat, kanker atau masalah lain.

Perawatan Demam

Perawatan Demam

Dalam melakukan perawatan demam perlu melihat apa yang menjadi timbulnya demam tersebut atau kata lainnya penyebab dari munculnya demam tersebut.

Contohnya pada demam yang disebabkan oleh infeksi bakteri pada radang tenggorokan maka perawatan yang dilakukan adalah pemberian obat antibiotic.

Untuk demam pada anak dengan kondisi yang normal dimana sipenderita tidak mengalami penurunan aktivitas, masih mampu makan dan minum seperti biasa atau tidak menunjukkan gangguan aktivitas sehari-hari maka pemberian obat masih bisa dihindarkan.

Pemberian kompres pada anak yang demam bisa dilakukan pada kondisi demam normal. Lakukan pemberian kompres hangat bukan kompres dingin.

Kompres dingin akan semakin meningkatkan suhu tubuh bahkan bisa menimbulkan hipertermia. Hal itu terjdai karena perubahan suhu yang cepat dari panas ke dingin tidak diimbangi oleh kecepatan tubuh dalam menghasilkan panas tubuh.

Kompres dingin memang lebih cepat menurunkan panas tetapi hanya sementara saja setelah itu suhu akan meningkat lebih tinggi. Tubuh akan merespon bahwa suhu tubuh turun sehingga memerintahkan tubuh untuk meningkatkan suhu di tubuh.

Penanganan yang tepat untuk demam dengan kompres adalah menggunakan kompres hangat.

Caranya adalah dengan menyediakan wadah berisi air hangat dengan suhu sekitar 38 derajat celcius lalu basahi basahi waslap sebagai kompres dengan air hangat tersebut.

Buka baju penderita dan letakkkan waslap di ketiak dan lipatan paha.

Pemberian kompres hangat pada ketiak dan lipatan paha agar cepat direspon oleh tubuh karena di area tersebut dilintasi pembuluh darah besar sehingga memberi sinyal ke pusat pengatur suhu diotak untuk menurunkan demam.

Kompres bagian tersebut kurang lebih 10 menit. Lakukan cara tesebut berulang sampai suhu tubuh penderita menurun.

Setelah selesai mengompres keringkan bagian  tubuh yang dikompres dengan cara menekan nekan kulit dan jangan di gosok.

Pakaikanlah baju yang tipis dan longgar sehingga membantu meredakan demam melalui proses penguapan.

Saat melakukan pengompresan jangan mengarahkan AC atau kipas angin langsung ketubuh penderita demam.

Berikanlah cairan yang cukup kepada penderita seperti air putih, jus atau kuah sayuran untuk menghindari terjadinya kekurangan cairan atau dehidrasi. Kurangilah aktivitas yag berlebihan karena akan meningkatkan demam.

Kompres juga bisa dilakukan dengan memakai kompres instan sekali pakai yaitu plester penurun demam.

Plester penurun demam biasanya ditempel di dahi anak. Cara kerja plester penurun demam ini adalah menyerap panas dengan kandungan gel dingin di dalamnya.

Selain praktis plester penurun demam ini bisa digunting sesuai dengan ukuran dahi anak. Plester kompres siap pakai yang banyak terdapat dipasaran sebenarnya hanya tambahan saja seperti juga kompres tradisional dengan waslap atau handuk yang dibasahi air hangat.

Fungsi kompres tidak seefektif obat penurun panas dalam menurunkan demam akan tetapi sangat penting untuk mengetahui penyebab demam terlebih dahulu sehingga perawatan yang dilakukan akan efektif. Jangan lupa untuk terus menerapkan pola hidup sehat ya.