Mengenal Acut limphosityc leukemia

Acut limphosityc leukemia merupakan proliferasi maligna / ganas limphoblast yang terdapat pada sumsum tulang dimana penyebabnya adalah sel inti tunggal yang bisa memiliki sifat sistemik. Acut limphosityc leukemia hingga sekarang belum bisa diketahui dengan pasti penyebabnya. Salah satu dugaan penyebab penyakit ini adalah virus dan beberapa factor pemicu lainnya seperti sinar x, sinar radioaktif, Hormon dan beberapa bahan kimia seperti: bensol, arsen, preparat sulfat, chloramphinecol, anti neoplastic agent.

Diduga faktor ras juga ikut berperan memicu acut limphosityc leucemia dimana sebuah penelitian menyatakan orang Yahudi lebih gampang terkena daripada orang kulit hitam. Selain itu kelainan kromosom dan herediter juga diduga ikut andil dalam pertumbuhan acut limphosityc leukemia.

Patofisiologi pada acut limphosityc leukemia terjadi saat sel kanker menghasilkan leukosit yang imatur / abnormal dalam jumlah yang cukup banyak. Leukosit imatur ini lalu masuk kedalam organ sumsum tulang lalu menggantikan sel normal yang terdapat pada sumsum tulang. Limfosit imatur berproliferasi dalam sumsum tulang dan jaringan perifer sehingga mengganggu perkembangan sel normal. Infiltrasi sel kanker ke berbagai organ menyebabkan pembersaran hati, limpa, limfodenopati, sakit kepala, muntah, dan nyeri tulang serta persendian.

Tanda dan Gejala acut limphosityc leucemia bias berupa pilek tak sembuh-sembuh, pucat, lesu, mudah terstimulasi, demam, anoreksia, mual, muntah, berat badan menurun, ptechiae, epistaksis, perdarahan gusi, memar tanpa sebab. Gejala lainnya adalah nyeri tulang dan persendian, nyeri abdomen, hepatosplenomegali, limfadenopati, abnormalitas WBC dan nyeri kepala.

Pemeriksaan diagnostik yang biasa dilakukan pada anak penderita acut limphosityc leukemia berupa pemeriksaan sumsum tulang (BMP / Bone Marrow Punction), pemeriksaan darah tepi, Biopsi hati, limpa, ginjal, tulang untuk mengkaji keterlibatan / infiltrasi sel kanker ke organ tersebut. Selain itu dilakukan Foto thorax untuk mengkaji keterlibatan mediastinum.

Pengobatan acut limphosityc leukemia

Pengobatan acut limphosityc leukemia dilakukan dengan cara memberikan Transfusi darah saat kadar Hb kurang dari 6 g%. Transfusi trombosit bias diberikan bila ditemui trombositopenia yang berat dan perdarahan masif dan apabila ada tanda tanda DIC bisa dibeĀ¬rikan heparin. Pengobatan terbaru adalah dengan menggunakan Imunoterapi dimana setelah tercapai remisi dan jumlah sel leukemia cukup rendah (105 106). Agar terbentuk antibody terhadap sel leukemia maka disuntikan sel leukemia yang sudah diradiasi. Dengan terbentuknya antibodi yang spesifik terhadap sel leukemia diharapkan semua sel patologis bisa hancur sehingga penderita leukemia sembuh total. [source ; dari berbagai sumber]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *