Tentang Askep Thalasemia

Bagi para pasien Thalasemia, tentu saja kebutuhan untuk memperoleh askep thalasemia adalah hal vital untuk dilakukan. Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa Thalasemia merupakan sebuah penyakit anemia hemolitik menurun yang mana biasanya diturunkan dari orang tua kepada anak-anak mereka secara resesif. Mengenai sejarahnya, Thalasemia termasuk sebuah kelompok penyakit atau kondisi herediter tentang produtikfitas lebih dari 1 rantai polipeptida mengalami gangguan. Anda perlu mengetahui bahwa Thalasemia juga merupakan masalah atau gangguan pada darah yang diturunkan dari orang tua. Tanda atau gejala yang paling signifikan adalah defesiensi pada hemoglobin. Sebelum mencari tahu cara mengatasi masalah kesehatan tersebut, Anda pastinya harus mendapatkan definisi secara signifikan tentang penyakit Thalasemia.

Mendapatkan Askep Thalasemia

Memang benar bahwa askep thalasemia amat baik untuk semua orang yang menderita masalah tersebut. Thalasemia adalah gangguan pada darah atau yang dikenal dengan anemia hemophilia. Ini adalah kondisi dimana sel darah merah pada pembuluh darah memiliki umur yang lebih pendek yaitu tidak lebih dari 100 hari.  Untuk mempelajari lebih jelas mengenai masalah penyakit tersebut, tentu pembelajaran etiologi penyakit itu juga penting. Yang menjadi sebuah pertimbangan adalah faktor genetis tentang 2 perkawinan antara heterozigot yang nantinya akan menghasilan keturunan homozigot atau yang sedang kita bicarakan disini yaitu Thalasemia. Dapat dilihat disini bahwa faktor paling berpengaruh adalah keturunan.

Lebih Jauh Tentang Askep Thalasemia

Secara fisiologis, sel darah merah atau eritrosit akan membawa hemoglobin pada sirkulasi darah. Sel tersebut memiliki bentuk lempengan yang mana dibentuk dari sum-sum tulang belakang. Sedangkan leukosit akan berada pada sirkulasi tersebut setidaknya 120 hari. Anda dapat menghitung rata-rata jumlah sel darah untuk mengetahui bahwa ada masalah atau tidak pada sel darah tersebut. Mengenai asuhan keperawatan untuk masalah kesehatan ini, Anda akan lebih baik lagi bila melakukan pencegahan primer dan juga sekunder terlebih dahulu. Pada pencegahan primer, akan dilakukan penyuluhan sebelum dilakukan perkawinan. Tujuannya adalah untuk mencegah perkawinan pasien penyakit tersebut dengan yang buka penderita. Konsultasi perkawinan juga amat penting untuk dipertimbangkan dalam hal tersebut.

Sedangkan untuk pencegahan sekunder, Anda perlu melakukan pencegahan kelahiran dari pasangan suami istri yang memiliki masalah kesehatan Thalasemia. Jalan keluar yang tepat adalah dengan melakukan inseminasi buatan sperma yang berasal dari donor yang tidak memiliki masalah tersebut. Dengan mencegah kelahiran tersebut, tentu saja akan memiliki efek baik bagi si pasien. Sedangkan untuk diagnosis, akan dibutuhkan setidaknya diagnosis prenatal dengan pemeriksaan DNA cairan amnion. Untuk lebih jelasnya mengenai cara perawatan dan pencegahan penyakit tersebut, Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli kesehatan diluar sana terutama untuk memperoleh askep thalasemia yang benar dan juga sesuai dengan prosedur yang disarankan.

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *