Penyakit Hipertensi Merusak Organ Tubuh Secara Diam-diam

Berubahnya gaya hidup dan pola makan yang kadang tidak disadari bisa menyebabkan pengaruh buruk bagi kesehatan. Hal tersebut tidak terpisahkan oleh rutinitas dan mobilitas yang tinggi dijaman yang semakin modern saat ini. Salah satunya adalah penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi yang semakin tinggi jumlah penderitanya. Hipertensi ini kadang tidak disadari oleh semua orang bila dirinya telah mengidap hipertensi atau darah tinggi. Hal ini karena memang hipertensi tidak menunjukkan gejala dan diketahui saat seseorang dating ke dokter. Tidak sedikit yang telah mengalami komplikasi organ akibat deteksi dini atas hipertensi tidak dilakukan.

Kenali Penyakit Hipertensi

Hipertensi tidak bisa diduga-duga tetapi harus melakukan pengukuran tekanan darah agar bisa mengetahui apakah kita menderita hipertensi atau tidak. Apabila hasil pengukuran darah menunjukkan tekanan antara 120-110/80-70 mmHg maka tekanan darah kita normal. Bila hasil pengukuran menunjukkan lebih dari angka tersebut maka baiknya waspada karena peningkatan tekanan darah yang berkelanjutan bisa menggangu pembuluh darah dan merusaknya.

Awalnya suatu hipertensi memang tidak menunjukkan gejala dan bila tekanan darah sudah berkisar 250 maka yang terjadi adalah gejala kejang dan penglihatan kabur. Bila tekanan daarah sudah mencapai 160 ke atas maka yang bersangkutan sudah perlu minum oat hipertensi. Saat seseorang telah mengidap hipertensi maka selamanya diwajibkan untuk minum obat hipertensi. Bila tidak teratur dalam mengkonsumsi obat hipertensi maka dikhawatirkan tekanan darahnya tidak terkontrol yang bisa mengakibatkan kesehatan memburuk.

Beberapa organ tubuh yang dapat terganggu akibat hipertensi bila tidak ditangani dengan baik adalah meliputi ginjal dan jantung. Seperti diketahui bahwa pada ginjal ada jutaaan pembuluh darah yang memiliki fungsi sebagai filter bagi darah untuk dikeluarkan. Rusaknya ginjal maka proses penyaringan darah terganggu sehingga limbah dalam tubuh dan cairan ekstra dari tubuh tidak bisa dibuang. Hal ini bisa menimbulkan peningkatan tekanan darah dimana akan merusak dinding pembuluh darah dan juga mengakibatkan kerusakan pada jantung.

Hindari Hipertensi Sejak Dini

Melihat risiko yang tinggi akibat penyakit hipertensi tersebut maka sangatlah “miris” jika cuma sedikit orang saja yang memperhatikan kesehatan tubuhnya. Hingga kini prevalensi hipertensi yang ada di Indonesia sebanyak 31,7 persen atau 1/3 penduduk Indonesia atau pada angka 50 juta lebih.mederita hipertensi. 50% dari jumlah tersebut tidak menyadari dirinya mengidap hipertensi.Sedangkan dari 50 persen yang tahu menderita hipertensi, separuhnya tidak minum obat. “Dan parahnya lagi, dari 50 persen yang minum obat itu, hanya separuhnya yang minum obat secara teratur.

Lalu upaya prevensi apa yang perlu dilakukan untuk menghindari hipertensi dan penderita hipertensi tersebut ? Walaupun penderita hipertensi perlu minum obat selamanya akan tetapi perlu mengatur pola makan dan menjalani gaya hidup sehat sehingga kualitas hidupnya tetap terjaga. Sedangkan agar terhindar dari risiko penyakit hipertensi, maka sejak dini perlu menjalani hidup sehat seperti mengurani konsumsi garam, tidak merokok, melakukan olah raga fisik minimal 30 menit sehari, dan perbanyak makan sayur dan buah-buahan.

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *