Menteri Kesehatan Periode 2014-2019 Nila Djuwita Anfasa Moeloek

Presiden terpilih Joko Widodo akhirnya mengumumkan nama nama mentri yang masuk dalam Kabinet Kerja untuk periode 2014-2019. Dan nama prof Dr Nila F Moeloek, SpM(K) dipercaya sebagai Menteri Kesehatan (Menkes) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pengumuman resmi tersebut  di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu.

Nila Djuwita Anfasa Moeloek merupakan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI). Istri dari dr.Farid Anfasa Moelok, menteri kesehatan pada Kabinet Reformasi Pembangunan di bawah kepemimpinan Presiden BJ.Habibie. Pasangan ini dikaruniai 3 anak, Muh.Reiza, Puti Alifah, dan Puti Annisa. Riwayat pendidikan Nila diawali dari UI Jakarta lalu dilanjutkan dengan studi dokter spesialis mata, serta mengikuti program subspesialis di International Fellowship di Orbita Centre, University of Amsterdam, Belanda dan di Kobe University, Jepang.

Nama prof Dr Nila F Moeloek, SpM(K) memang tidak asing di dunia kesehatan. Dirinya pernah diunggulkan sebagai menteri kesehatan di Kabinet Indonesia Bersatu II era Susilo Bambang Yudhoyono tetapi batal karena alas an yang tidak jelas. Nila lahir di Jakarta 11 April 1949 dan sebagai seorang staf ahli divisi tumor mata di RSCM Kirana Jakarta. Kegiatanya memang cukup banayk dimana selain aktif mengajar pada program doktor pasca sarjana Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, prof Dr Nila F Moeloek, SpM(K)  juga mengembang tugas sebagai Utusan Khusus Presiden RI untuk Millenium Development Goals (MDGs) tahun 2009-2014.

Sebagai utusan khusus tersebut prof Dr Nila F Moeloek, SpM(K) bertugas menyampaikan poin penting prihal MDGs kepada para pemangku kepentingan baik di kabupaten dan kota dan tingkat nasional, regional, bahkan global. Beberapa permasalahan pokok yang berkaitan dengan program program MDGs ini adalah kemiskinan absolut, belum terjangkaunya pendidikan, masih tingginya angka kematian ibu melahirkan, rendahnya kesehatan anak, kesenjangan jender, penyebaran HIV/AIDS dan penyakit menular lain, kerusakan lingkungan, serta penggalangan kemitraan global. Selamat bekerja prof Dr Nila F Moeloek, SpM(K).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *