Kehamilan trimester pertama Yang Perlu Diwaspadai

Didalam proses kehamilan terbagi atas tiga trimester kehamilan. Kehamilan trimester pertama pada saat dimulainya kehamilan sampai usia kandungan mencapai usia 12 minggu. Pada masa kehamilan trisemester kedua dimulai pada saat usia kandungan 13 minggu sampai dengan usia kehamilan mencapai 28 minggu dan setiap trisemester ketiga saat usia kandungan 29 minggu sampai mencapai usia 40 minggu. Dalam setiap trisemster kehamilan tersebut memiliki beragam bahaya kehamilan yang berbeda pula. Permasalahan kehamilan pada masa hamil tersebut dapat berupa gangguan kehamilan yang ringan sampai gangguan kehamilan yang cukup berat.

Adanya berbagai gangguan pada tiap masa kehamilan tersebut maka perlu adanya pemeriksaan rutin pada ibu hamil. Hal ini untuk mengurangi resiko baik pada ibu maupun pada janin yang dikandungnya terutama kehamilan trimester pertama. Dalam askep ibu hamil perlu adanya sebuah pemeriksaan sistematik dan teliti pada masa kehamilan dan ini bisa dilakukan lewat perawatan antenatal. Tujuannya adalah agar bisa mendeteksi secara dini bahaya kehamilan dan melakukan tindakan yang diperlukan pada masa hamil semua kelainan yang timbul saat masa kehamilan yang melibatkan ibu dan janinnya terutama saat trimester kehamilan pertama.

Kehamilan trimester pertama yang perlu diwaspadai

Dalam artikel tentang kehamilan ini akan diulas mengenai beberapa Kondisi kehamilan yang perlu diwaspadai dalam masa kehamilan. Rasa mual memang sering terjadi pada masa hamil dan ini bisa berbeda penanganannya apabila rasa mual dan muntah tersebut terjadi secara berlebihan. Kondisi mual dan muntah secara berlebihan ini disebut sebagai Hiperemesis gravidarum dimana ini dapat mengakibatkan gangguan pada kehamilan trimester pertama. Apabila bahaya kehamilan ini terjadi maka akan menyebabkan gangguan cairan dan elektrolit pada tubuh. Kondisi ini membuat sang ibu akan kehilangan selera makan, berat badan menurun dan rasa nyeri pada ulu hati.

Pendarahan yang terjadi pada masa kehamilan trisemester pertama juga perlu diwaspadai karena akan menjadi lebih buruk. Pendarahan vaginal berupa keluarnya bercak darah hingga pendarahan yang cukup banyak. Timbulnya bercak darah bisa menjadi ancaman akan adanya keguguran atau abortus imminens. Bila ini terjadi pada masa hamil maka segera memeriksakan diri ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. Demikian pula kalau terjadi pendarahan banyak yang merupakan kondisi abortus insipen dimana keluar gumpalan darah. Kondisi ini perlu penanganan segera dari medis.

Nyeri perut yang hebat dan timbulnya bercak pada masa kehamilan bisa disebabkan karena adanya kehamilan diluar rongga rahim. Kasus bahaya kehamilan ini terjadi ketika kehamilan terjadi pada saluran telur dengan istilah kehamilan ektopik. Kondisi demikian ini pada masa hamil akan menyebabkan pendarahan pada perut sehingga mengakibatkan keadaan ibu menurun pada masa hamil. Untuk penanggulannya maka perlu dilakukan operasi pada sumber pendarahannya.

Dari beragam masalah kehamilan tersebut maka demam juga menjadi salah satu yang perlu diperhatikan. Demam yang terjadi pada ibu hamil dimana kondisi tersebut berlangsung selama tiga hari dengan gejala demam tinggi bisa disebabkan oleh infeksi. Hal ini perlu diwaspadai pada ibu hamil karena bisa berpengaruh buruk bila infeksi tersebut sampai pada janin. Selalu memeriksakan diri ke dokter selama masa hamil merupakan salah satu bentuk preventif kemungkinan yang dapat terjadi pada bahaya kehamilan masa kehamilan trimester pertama. Semoga artikel tentang kehamilan ini bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *