Gejala Klinis Penyakit Membran Hialin

Gejala klinis penyakit membran hialin berupa kesulitan bernapas pada bayi kurang bulan, bayi dengan ibu diabetes atau pada bayi yang mengalami asfiksia perinatal.    “Expiratory grunting” /napas merintih ( akibat menutupnya glottis ) merupakan tanda yang sangat penting dan kadang ditemukan sebagai gejala awal dari penyakit tersebut.  Retraksi sternal dan intercostal.    Napas cuping hidung, Sianosis ( jika pemberian oksigen tidak adekuat )

Frekuensi napas cepat atau justru pelan ketika penyakitnya semakin berat.  Gejala klinis penyakit membran hialin juga berupa Edema pada ekstremitas setelah beberapa jam lahir akibat adanya perubahan permeabilitas vaskuler.  Dalam jam jam pertama sesudah lahir, empat gejala distress respirasi (takipnea,retraksi,napas cuping hidung dan merintih) kadang juga dijumpai pada bayi baru lahir normal tetapi tidak berlangsung lama. Gejala ini disebabkan karena perubahan fisiologi akibat reabsorbsi cairan dalam paru bayi dan masa transisi dari sirkulasi fetal ke sirkulasi neonatal.

Apabila 4 gejala distress respirasi tersebut tetap menetap beberapa jam setelah lahir maka perlu dilakukan tindakan segera.   Foto polos dada tampak adanya  gambaran “reticular granular glass dan air bronchogram”,    Fisiologi paru yang abnormal adalah : compliance paru menurun 1/5-1/10 dari normal, sebagian besar paru tidak mengembang (terjadi pirau aliran darah  dari kanan-ke kiri) ,sebagian besar paru tidak terjadi perfusi, terjadi penurunan ventilasi alveolar dan meningkatnya usaha bernapas, volume paru berkurang. Semua perubahan fisiologi paru yang abnormal tersebut akan mengakibatkan hipoksemia,hiperkarbia dan jika hipoksemianya berat akan terjadi asidosis metabolik.

Kelainan patologi yang terjadi ( anatomi,biofisik,biokimia ) pada Gejala klinis penyakit membran hialin :
–    Paru kolaps, padat, merah kehitaman seperti permukaan hati.
–   Secara mikroskopis alveoli kolaps dan terjadi distensi yang berlebihan dari duktus alveolaris (berisi produk darah serta sel sel alveolus yang rusak) oleh karena itu penyakit ini sebelumnya juga disebut penyakit membrane hialin.

Dengan menggunakan mikroskop electron terjadi kerusakan dan hilangnya sel sel epitel alveoli ( terutama sel tipe II ), menghilangnya lamellar inclusion bodies.  Terjadi defisiensi biofisik dan biokimiawi karena tidak adanya surfaktan paru terutama fosfolipid.

Diagnosis gangguan napas yang disebabkan oleh RDS dapat ditegakkan secara klinis maupun dengan analisa gas darah. Penilaian yang hati hati berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik yang lengkap dan pemeriksaan penunjang dapat menjelaskan tentang diagnosis. Penilaian secara serial tentang kesadaran,gejala respirasi, analisis gas darah dan respon terhadap terapi dapat merupakan kunci yang berarti untuk menentukan perlunya intervensi selanjutnya

One thought on “Gejala Klinis Penyakit Membran Hialin

  1. Pingback: Referensi Penyakit Membran Hialin - ASKEPS.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *