Dermatitis : Definisi, gejala dan pengobatannya

Dermatitis merupakan sebuah kondisi peradangan yang terjadi pada dermis dan epidermis dimana pada perkembangannya menandakan gambaran klinik seperti polimorf dan ada gejala gatal. Munculnya problem peradangan pada kulit tentu saja cukup mengganggu penderita. Selain karena gatal dan nyeri yang timbul perubahan kulit membuat sebagian orang menjadi kurang percaya diri tampil didepan umum. Lalu apa dan bagaimana dermatitis itu ? seperti disebutkan di atas bahwa dermatitis adalah peradangan dikulit yang disebabkan oleh  beberapa zat alergen ataupun zat iritan. Peradangan tersebut dapat terjadi pada bagian dermis ataupun epidermis.

Zat penyebab peradangan itu menyebabkan kulit menjadi hipersensitifitas saat zat masuk ke dalam kulit. Sensitisasi kulit tersebut terjadi dalam masa inkubasi sekitar 5-12 hari dan reaksinya akan terjadi pada 1-2 hari selanjutnya. Bila dilihat dari etiologinya maka dermatitis terbagi menjadi 4 tipe yaitu dermatitis kontak, dermatitis atopik (eczema), dermatitis perioral dan dermatitis statis. Dermatitis kontak lebih pada disebabkan adanya kontak dengan penyebab alergi seperti H2SO4 , KOH, racun serangga, sabun , detergen, sabun , detergen, logam (Ag, Hg), karet, plastik, dll. Gejalanya adalah rasa gatal-gatal pada kulit dimana kulit menjadi berubah tebal dan berwarna coklat.

dermatitisSedangkan dermatitis atopika merupakan sebuah kejadian radang yang menahun pada lapisan epidermis karena zat-zat yang bersifat alergen seperti inhalan (debu, bulu). Biasanya peradangan ini timbul pada bayi yang baru lahir. Dapat terjadi pada wajah, daerah yang tertutup popok, tangan, lengan dan kaki.

Pada dermatitis perioral ditandai dengan munculnya beruntus-beruntus merah pada sekitar mulut. Bruntus merah ini terasa amat gatal dan menyengat. Sedangkan pada dermatitis statis peradangan terjadi pada tungkai bawah dimana peradangan tersebut sering meninggalkan bekas. Gejala dermatitis statis diawali dengan kulit memerah dan bersisik. Kulit bersisik ini kemudian akan berubah kecoklatan setelah beberapa minggu. Peradangan tersebut disebabkan adanya penimbunan darah dan cairan dibawah kulit, sehingga cenderung terjadi varises dan edema.

Pengobatan pada Dermatitis

Pengobatan pada dermatitis yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan terapi umum, terapi khusus mapun dengan terapi sistemik. Pada terapi umum yang dapat dilakukan adalah menghindari faktor penyebab dermatitis. Dengan melakukan usaha preventif ini maka dermatitis yang berulang dapat dihindari. Selain itu perlu menjaga kelembapan kulit sehingga memastikan kulit tidak kering. Usahakan untuk tidak menggaruk pada kulit yang terjadi dermatitis karena akan mempermudah masuknya kuman lewat luka akibat garukan. Sedangkan pada terapi lokal untuk menghilangkan gatal dapat menggunakan salep atau losio kortikosteroid. Terapi sistemik yang bisa diberikan pada penderita dermatitis adalah anti histamin, kortikosteroid dengan dosis 40-60 mg dan antibiotik sesuai dosis.

Askep Dermatitis atau asuhan keperawatan Dermatitis

Dalam askep dermatitis ini maka diperlukan adanya pengkajian, diagnosa, intervensi , implementasi dan evaluasi yang baik dan benar. Pengkajian pada askep dermatitis ini meliputi pengkajian faktor penyebab dan metode kontak, adanya pruritas, pain dan burning, peningkatan stress yang diketahui pasien, tanda-tanda infeksi, riwayat infeksi yang berulang-ulang, faktor yang memperparah, reaksi ringan dimana kulit berwarna merah dan ada vesicle, reaksi berat dimana terlihat ulceration, bulla buosion.

Sebelum melakukan intervensi maka perlu dilakukan diagnosa keperawatan pada askep dermatitis meliputi nyeri yang timbul karena gatal yang berhubungan dengan inflamasi pada kulit. Adanya gangguan body image berhubungan dengan lesi pada kulit. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan garukan. Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi tentang alergen-alergen dikulit. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan tahanan primer tidak adekuat.

Advertisement

Intervensi yang diperlukan dalam askep dermatitis meliputi

1. Nyeri akibat gatal yang berhubungan dengan adanya inflamasi pada kulit. Tujuan intervensi ini adalah untuk mengurangi rasa gatal dimana tindakan yang diperlukan adalah  menghindari faktor ataupun bahan penyebab dermatitis, menjelaskan kepada penderita untuk tidak menggaruk daerah dermatitis,  dan meminta arahan dokter pada pemberian anti histamin.
2. Gangguan body image berhubungan dengan lesi pada kulit. Tujuan dari intervensi ini adalah menyatakan penerimaan situasi diri sehingga penderita dermatitis mempunyai konsep diri yang positif. Tindakan yang diperlukan dalam askep ini adalah mengkaji makna kehilangan / perubahan pada pasien, memberi penguatan positif terhadap kemauan  untuk mengikuti tujuan rehabilitasi,  memberi informasi kepada keluarga penderita cara bagaimana mereka dapat menolong penderita dermatitis.
3. Ganggun integritas kulit berhubungan dengan garukan. Tujuan pada intervensi ini adalah untuk mengetahui adanya regenerasi jaringan dan pencapaian penyembuhan tepat waktu pada area luka. Tindakan yang diperlukan adalah mengkaji warna, ukuran dan memperhatikan jaringan nekrotik. Berikan kompres dingin /  larutan PK untuk lesi eksudatif dan basah. Jangan terlalu kuat mengusap-ngusap kulit dengan handuk. Anjurkan untuk memakai stoking. Kurangi kontak langsung pada area luka. Anjurkan untuk tidak menggaruk. Dorong pasien menerapkan prinsip-prinsip kebersihan diri. Meminta advise dokter dalam pemberian antibiotik pada infeksi sekunder.
4. Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi tentang alergen-alergen. Tujuannya untuk menyatakan pemahaman kondisi, prognosis dan pengobatan. Tindakan pada intervensi ini adalah memberi informasi kepada pasien dermatitis agar mampu mengenali agen penyebab, perjalanan penyakit , faktor yang memperberat dan cara perawatan.
5. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan pertahanan primer tidak adekuat. Intervensi ini memiliki tujuan untuk mencapai penyembuhan luka tepat waktu, bebas eksudat – purulen dan tidak muncul demam. Tindakannya adalah dengan memberi pengetahuan mengenai pentingnya melakukan cuci tangan yang baik, memeriksa daerah yang terkena, mengkaji adanya tanda-tanda infeksi dan meminta advise kepada dokter saat pemberian obat antibiotik.

Dengan melakukan askep dermatitis ini maka diharapkan ada evaluasi dimana penderita terbebas dari rasa nyeri dan juga gatal. Penderita dermatitis juga diharapkan mampu menilai kondisi dirinya terhadap hal-hal yang realistis. Adanya pemulihan jaringan yang membaik dan integritas kulit dapat dipertahankan. Dengan askep dermatitis ini juga diharapkan penderita mengerti tentang proses penyakit, kemungkinnan adanya komplikasi dan program rehabilitasi. Tidak timbul infeksi sekunder dan komplikasi, tidak ada eksudat – purulen diwilayah luka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *