Asuhan Keperawatan Ca Mammae

Begitu pentingnya asuhan keperawatan Ca Mammae maka ini adalah artikel yang berkaitan dengan Asuhan Keperawatan Ca Mammae untuk membantu pemahaman askep Ca Mammae.

Pengertian Ca Mammae
Pengertian Ca Mammae dari Ca Mammae atau Carsinoma mammae merupakan neolasma ganas disertai oleh perkembagan jaringan mammae abnormal yang tidak memandang jaringan sekitarnya, tumbuh infiltrasi dan destruktif dapat bermetastase.

Ca Mammae atau carsinoma mammae juga dianggap sebagai gangguan dalam pertumbuhan sel normal mammae dimana sel abnormal timbul dari sel – sel normal, berkembangbiak dan menginfiltrasi jaringan limfe dan pembuluh darah.

Kanker payudara dibagi dalam tahap-tahap berdasarkan TNM (Tumor, Nodus, Metastasis). Pentahapan tersebut mencakup mengklasifikasikan kanker payudara berdasarkan pada keluasan penyakit.

Etiologi atau Penyebab Ca Mammae

Etiologi mengenai asuhan keperawatan ca mamme

1.    Ca Payudara yang terdahulu
Terjadi malignitas sinkron di payudara lain karena mammae adalah organ berpasangan.
2.    Keluarga
Diperkirakan 5 % semua kanker adalah predisposisi keturunan ini, dikuatkan bila 3 anggota keluarga terkena carsinoma mammae.
3.    Kelainan payudara ( benigna )
Kelainan fibrokistik (benigna) terutama pada periode fertil, telah ditunjukkan bahwa wanita yang menderita / pernah menderita yang porliferatif sedikit meningkat.
4.    Makanan, berat badan dan faktor resiko lain
Status sosial yang tinggi menunjukkan resiko yang meningkat, sedangkan berat badan yang berlebihan ada hubungan dengan kenaikan terjadi tumor yang berhubungan dengan oestrogen pada wanita post menopouse.
5.    Faktor endokrin dan reproduksi
Graviditas matur kurang dari 20 tahun dan graviditas lebih dari 30 tahun. Menarche kurang dari 12 tahun
6.    Obat anti konseptiva oral
Penggunaan pil anti konsepsi jangka panjang lebih dari 12 tahun mempunyai resiko lebih besar untuk terkena kanker.

Etiologi kanker payudara dari beberapa sumber lainnya. Penyebab dari Ca Mammae adalah :
1.    Pengaruh diit.
2.    Kanker majemuk.
3.    Faktor genetik.
4.    Pengaruh hormon.
5.    Penyakit proliferasi dan hiperplasi atipik.
6.    Radiasi ionisasi.
7.    Konstitusi genetik.
8.    Virogen.
1.    Makanan (terutama yang banyak mengandung lemak).
2.    Radiasi daerah dada.

Advertisement

Kanker payudara atau ca mammae akan lebih beresiko terjadi pada faktor faktor :
1.    Umur > 30 tahun.
2.    Anak pertama lahir pada usia ibu > 35 tahun.
3.    Tidak kawin.
4.    Menarche < 12 tahun.
5.    Menopause terlambat > 55 tahun.
6.    Pernah operasi tumor jinak payudara.
7.    Mendapat terapi hormon yang lama.
8.    Adanya kanker payudara kontralateral.
9.    Operasi ginekologi.
10.    Radiasi dada.

Artikel Lainnya

Askep ARDS Adult Respiratory Distress Syndrome AdultRespiratoryDistressSyndrome (ARDS) adalah keadaan gagal napas secara tiba-tiba yang terjadi pada klien dewasa tanpa kelainan paru sebelumnya. Sul...
Askep Diabetes Mellitus Askep Diabetes Mellitus - Ketika belajar biologi dan manusia biologi "homeostasis" adalah topik yang datang di sangat sering. Pengajar anda akan membe...
Askep Typhoid Askep Typhoid - Demam tifoid, terutama disebabkan oleh air yang terkontaminasi adalah penyakit bakteri yang disebabkan oleh bakteri yang disebut Salmo...

Gambaran Klinik Ca Mammae

Gambaran Klinik Ca Mammae

1.    Tanda carsinoma
Kanker payudara saat ini memiliki ciri fisik yang unik, seperti pada tumor jinak, massa lunak, batas tegas, mobile, bentuk bulat dan elips
2.    Gejala carsinoma
Sering dirasakan tak nyeri, kadang nyeri,  adanya keluaran dari puting susu, puting eritema, mengeras, asimetik, inversi, gejala lain nyeri tulang, berat badan turun dapat sebagai petunjuk adanya metastase.

Patofisiologi

Patofisiologi Ca Mammae

Patofisiologi asuhan keperawatan ca mammae. Carsinoma mammae berasal dari jaringan epitel dan paling sering terjadi pada sistem duktal, mula – mula terjadi hiperplasia sel – sel dengan perkembangan sel – sel atipik. Sel – sel ini akan berlanjut menjadi carsinoma  insitu dan menginvasi stroma.

Carsinoma membutuhkan waktu 7 tahun untuk bertumbuh dari sel tunggal sampai menjadi massa yang cukup besar untuk dapat diraba     ( kira – kira berdiameter 1 cm). Pada ukuran itu kira – kira seperempat dari carsinoma mammae telah bermetastasis. Carsinoma mammae bermetastasis dengan penyebaran langsung ke jaringan sekitarnya dan juga melalui saluran limfe dan aliran darah.
1.    Aktivitas/ Istirahat
Gejala:    Kerja, aktivitas yang melibatkan banyak gerakan tangan/ pengulangan pola tidur (contoh tidur tengkurap)
2.    Sirkulasi.
Tanda:    Kongesti unilateral pada lengan yang terkena (sistem limfe)
3.    Makanan/ cairan.
Gejala:    Kehilangan nafsu makan, adanya penurunan berat badan.
4.    Integritas Ego.
Gejala:    Stressor konstan dalam pekerjaan/ pola dirumah.
Stres/ takut diagnosa, prognosis, harapan yang akan datang.
5.    Nyeri/ Keamanan.
Gejala:    Nyeri pada penyakit yang luas/ metastasik (nyeri lokal jarang terjadi pada keganasan dini). Beberapa pengalaman ketidaknyamanan atau perasaan “lucu” pada jaringan payudara. Payudara berat, nyeri sebelum menstruasi biasanya mengindikasikan penyakit fibrotik.
6.    Keamanan.
Gejala:    Masa nodul aksila Edema, eritema pada kulit sekitar.
7.    Seksualitas.
Gejala:    Adanya benjolan payudara, perubahan pada ukuran dan kesimetrisan payudara. Perubahan pada warna kulit payudara atau suhu, rabas puting yang tak biasanya, gatal, rasa terbakar atau puting meregang.

Masalah Asuhan Keperawatan Ca Mammae

Masalah Asuhan Keperawatan Ca Mammae

1.    Nyeri yang terkait dengan manipulasi jaringan dan atau trauma disebabkan pembedahan, interupsi saraf, diseksi otot.
2.    Kerusakan integristas kulit berkaitan dengan perubahan sirkulasi, adanya edema, destruksi jaringan.
3.    Resiko terjadi infeksi berkaitan dengan kerusakan drainase limpatik necrose jaringan.
4.    Gangguan citra tubuh berkaitan dengan kehilangan mammae dan atau perubahan gambaran mammae.
5.    Kurangya pemahaman berkaitan dengan carsinoma mammae dan pilihan pengobatan
6.    Nutrisi kurang dari kebutuhan berkaitan dengan kemotherapi
7.  Anxietas berkaitan dengan lingkungan Rumah Sakit yang tidak dikenal, ketidakpastian  tentang hasil pengobatan carsinoma, perasaan putus asa dan tak berdaya dan ketidak cukupan pengetahuan tentang carsinoma dan pengobatan.

Fokus Pengkajian Ca Mammae

Fokus Pengkajian

1.    Nyeri berhubungan dengan manipulasi jaringan dan atau trauma karena pembedahan, interupsi  saraf, diseksi otot.
a.    Kaji tingkat nyeri dengan P. Q. R. S. T.
-Provoking    : Penyebab
-Quality     : Kwalitas
-Region        : Lokasi
-Severate    : Skala
-Time        : Waktu
b.    Kaji efek nyeri pada individu dengan menggunakan individu dan keluarga
-Kinerja ( pekerjaan ) tanggung jawab peran
-Interaksi sosial
-Keuangan
-Aktifitas sehari – hari
-Kognitif / alam perasaan
-Unit keluarga ( respon anggota keluarga )
2.    Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan perubahan sirkulasi, adanya edema, destruksi jaringan
Hal yang dikaji :
a.    Identifikasi faktor penyebab kerusakan integritas
b.    Identifikasi rasional untuk pencegahan dan pengobatan, kerusakan integritas
c.    Identifikasi tahap perkembangan
C1 Tahap I       : eritema yang tidak memutih dari kulit yang utuh
C2 Tahap II  : ulserasi pada epidermis atau dermis
C3 Tahap III : ulserasi meliputi lemak kutan
C4 Tahap IV : ulserasi meluas otot, telinga dan struktur penunjang
3.    Resiko terjadinya infeksi berhubungan dengan kerusakan drainase limfatik, necrose jaringan
a.    Kaji tanda radang
b.    Kaji intake
c.    Kaji pemberian obat dengan 5 benar ( waktu, obat, nama, dosis, cara)
d.    Kaji hasil laboratorium ( Hb, Albumin, Lekosit)
4.    Gangguan citra tubuh berhubungan dengan kehilangan mammae dan atau perubahan gambaran mammae
Hal yang dikaji :
a.    Kaji perasaan terhadap kehilangan dan perubahan mammae
b.    Kaji respon negatif verbal dan non verbal
5.    Kurang pengetahuan berhubungan dengan carsinoma mammae dan pilihan pengobatan
Hal yang dikaji :
a.    Tingkat pendidikan
b.    Kemampuan dalam mempersepsikan status kesehatan
c.    Perilaku kesehatan yang tidak tepat
6.    Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan kemotherapi
Hal yang dikaji :
a.    Kaji intake
b.    Pantau berat badannya
c.    Kaji hasil laboratorium ( Hb, Albumin, Gula darah )
d.    Kaji mual dan muntah
7.    Ansietas berhubungan dengan lingkungan Rumah Sakit yang tidak dikenal, ketidak pastian tentang pengaobatan, perasaan putus asa dan tak berada, ketidak cukupan pengetahuan carsinoma dan pengobatan
Hal yang dikaji :
a.    Kaji dan ukur tanda – tanda vital
b.    Kaji tingkat kecemasan, ringan, sedang, berat, panik
c.    Kaji tingkat pendidikan

Fokus Intervensi

Fokus Intervensi

A.    Fokus Intervensi
1.    Takut/ Ansietas (Doenges, 2000: 753)
Dapat dihubungkan dengan:
a.    Ancaman kematian, contoh penyakit luas.
b.    Ancaman konsep diri: perubahan gambaran diri, gangguan perut, kehilangan bagian tubuh, seksual tak menarik.
c.    Perubahan status nutrisi.
Hasil yang diharapkan:
a.    Mengakui dan mendiskusikan masalah.
b.    Menunjukkan rentang perasaan yang tepat.
c.    Melaporkan takut dan ansietas menurun sampai tingkat dapat ditangani.
Intervensi:
a.    Yakinkan informasi pasien tentang diagnosis, harapan, intervensi pembedahan dan terapi yang akan datang.
b.    Jelaskan tujuan dan persiapan untuk test diagnostik,
c.    Berikan lingkungan perhatian, keterbukaan dan penerimaan juga privasi untuk pasien dan orang terdekat.
d.    Dorong pertanyaan dan berikan waktu untuk mengekspresikan takut.
e.    Kaji tersedianya dukungan pada pasien.
f.    Diskusikan/ jelaskan peran rehabilitasi setelah pembedahan.
2.    Kurang pengetahuan (kebutuhan untuk belajar) mengenai kondisi, prognosis dan kebutuhan pengobatan (Doenges, 2000: 903).
Dapat dihubungkan dengan:
a.    Kurangnya pemajanan/ mengingat, salah interpretasi informasi.
b.    Tidak akrab dengan sumber informasi.
Hasil yang diharapkan:
a.    Mengutarakan pemahaman proses penyakit/ proses praoperasi dan harapan pasca operasi.
b.    Melakukan prosedur yang diperlukan dan menjelaskan alasan dari suatu tindakan.
c.    Memulai perubahan gaya hidup yang diperlukan dan ikut serta dalam regimen perawatan.
Intervensi:
a.    Kaji tingkat pemahaman pasien.
b.    Tinjau ulang patologi khusus dan antisipasi prosedur pembedahan.
c.    Gunakan sumber-sumber bahan pengajaran, audiovisual sesuai keadaan.
d.    Melaksanakan program pengajaran praoperasi individual.
e.    Sediakan kesempatan untuk melatih batuk nafas dalam dan latihan otot.
f.    Informasikan pasien/ orang terdekat mengenai rencana perjalanan, komunikasikan dokter/ orang terdekat.
3.    Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh (Doenges, 2000: 1006)
Dapat dihubungkan dengan:
a.    Status hipermetabolik berkenaan dengan kanker.
b.    Konsekuensi kemoterapi, radiasi, pembedahan, misal: anoreksia, iritasi lambung, penyimpangan rasa, mual.
c.    Distress emosional, keletihan, kontrol nyeri buruk.
Hasil yang diharapkan:
a.    Mendemonstrasikan berat badan stabil, penambahan BB progresif kearah tujuan dengan normalisasi nilai laboratorium dan bebas tanda malnutrisi.
b.    Pengungkapan pemahaman pengaruh individual pada masukan adekuat.
c.    Berpartisipasi dalam intervensi spesifik untuk merangsang nafsu makan/ peningkatan masukan diit.
Intervensi:
a.    Pantau masukan makanan setiap hari, biarkan pasien menyimpan buku harian tentang makanan sesuai indikasi.
b.    Ukur tinggi, berat badan dan ketebalan lipatan kulit trisep. Timbang BB tiap hari.
c.    Dorong pasien untuk makan diet tinggi kalori, kaya nutrien dengan masukan cairan adekuat.
d.    Ciptakan suasana makan yang menyenangkan.
e.    Dorong penggunaan teknik relaksasi, visualisasi, bimbingan imajinasi, latihan sedang sebelum makan.
f.    Identifikasi pasien yang mengalami mual/ muntah yang diantisipasi.
g.    Pasang/ pertahankan selang NG/ pemberian makan untuk makanan enteral atau jalur sentral untuk hiperalimentasi parenteral bila diindikasikan.
4.    Nyeri (akut) (Doenges, 2000: 755)
Dapat dihubungkan dengan:
a.    Prosedur pembedahan, trauma jaringan, interupsi saraf, diseksi otot.
Hasil yang diharapkan:
a.    Mengekspresikan penurunan nyeri/ ketidaknyamanan.
b.    Tampak rileks, mampu tidur/ istirahat dengan tepat.
Intervensi:
a.    Kaji keluhan nyeri, perhatikan lokasi, lamanya dan intensitas. Perhatikan petunjuk verbal dan non verbal.
b.    Diskusikan sensasi masih adanya payudara normal.
c.    Bantu pasien menemukan posisi nyaman.
d.    Berikan tindakan kenyamanan dasar, dorong ambulasi dini dan penggunaan teknik relaksasi bimbingan imajinasi, sentuhan terapeutik.
e.    Tekan/ sokong dada untuk latihan batuk/ nafas dalam.
f.    Berikan obat nyeri yang cepat pada jadwal teratur sebelum nyeri berat/ sebelum aktivitas.
5.    Keletihan (Doenges,2000:1009)
Dapat dihubungkan dengan:
a.    Penurunan produksi energi metabolik, peningkatan kebutuhan energi (status hipermetabolik).
b.    Kebutuhan psikologik/ emosional berlebihan.
c.    Perubahan kimia tubuh.
Hasil yang diharapkan:
a.    Melaporkan perbaikan rasa berenergi.
b.    Melakukan AKS dan berpartisipasi dalam aktivitas yang diinginkan pada tingkat kemampuan.
Intervensi:
a.    Rencanakan perawatan untuk memungkinkan periode istirahat. Jadwalkan aktivitas periodik bila pasien mempunyai energi paling banyak.
b.    Buat tujuan aktivitas realistik dengan pasien.
c.    Dorong pasien untuk melakukan apa saja bila mungkin, misal: mandi. Tingkatkan tingkat aktivitas sesuai kemampuan.
d.    Pantau respons fisiologis terhadap aktivitas misal: perubahan tekanan darah dan pernafasan.
e.    Dorong masukan nutrisi.
f.    Berikan O2 suplemen sesuai indikasi.
g.    Rujuk pada terapi fisik/ okupasi.
6.    Risiko terhadap infeksi berhubungan dengan tempat masuknya organisme  sekunder akibat pembedahan (Carpenito, L.J., 2001: 204).
Kriteria hasil:
a.    Memperlihatkan teknik cuci tangan yang sangat cermat pada waktu pulang.
b.    Bebas dari proses infeksi nosokomial selama perawatan di rumah sakit.
c.    Memperlihatkan pengetahuan tentang faktor risiko yang berkaitan dengan infeksi dan melakukan pencegahan yang tepat untuk mencegah infeksi.
Intervensi:
a.    Identifikasi individu yang berisiko terhadap infeksi nosokomial.
b.    Kurangi organisme yang masuk kedalam individu.
c.    Lindungi individu yang mengalami defisit imun dari infeksi.
d.    Kurangi kerentangan individu terhadap infeksi.
e.    Amati terhadap manifestasi klinis infeksi.
f.    Instruksikan individu dan keluarga mengenai penyebab, risiko dan kekuatan penularan dari infeksi.
7.    Sindrom disuse berhubungan dengan kondisi muskuloskeletal (Carpenito, L.J., 2001: 107)
Kriteria hasil:
a.    Integritas kulit/ jaringan utuh.
b.    Fungsi paru-paru maksimum.
c.    Aliran darah perifer maksimum.
d.    Rentang gerak, batasan gerak sempurna.
Intervensi:
a.    Bantu untuk mengubah posisi, membalik dengan sering dari satu sisi ke sisi lain.
b.    Cegah ilkus karena tekanan.
c.    Jangan masase area yang kemerahan.
d.    Lakukan latihan rentang gerak.
e.    Posisi individu dalam kelurusan untuk mencegah komplikasi.
f.    Berikan penopang beban berat bila mungkin.
g.    Tinggikan ekstremitas diatas letak jantung.

Daftar Pustaka
Daftar Pustaka
Carpenito, Lynda Juall (1995), Buku saku diagnosa keperawatan dan dokumentasi, edisi 4, Alih Bahasa Yasman Asih, Jakarta, EGC
C. J. H. Van de Velde (1996), Ilmu bedah, Edisi 5, Alih Bahasa “ Arjono”
Penerbit Kedokteran, Jakarta, EGC
Carpenito, Lynda Juall (2000), Buku saku diagnosa keperawatan, edisi 8, alih Bahasa Monica Ester, Jakarta, EGC 
Daniell Jane Charette (1995), Ancologi Nursing Care Plus, Elpaso Texas, USA Alih Bahasa Imade Kariasa, Jakarta, EGC
Theodore R. Schrock, M. D (1992), Ilmu Bedah, Edisi 7, Alih Bahasa Drs. Med Adji Dharma, dr. Petrus Lukmanto, Dr gunawan. Penerbit Kedokteran Jakarta, EGC 
Thomas F Nelson, Jr M. D (1996), Ilmu Bedah, edisi 4, Alih Bahasa Dr. Irene Winata, dr. Brahnu V Pendit. Penerbit Kedokteran, Jakarta, E G C