Tentang Askep TB Paru

Dalam artikel ini akan dibahas tentang askep tb paru. Asuhan keperawatan tb paru tentu akan berbeda dengan askep kanker paru dan askep tumor paru. Namun sebelumnya, apakah Anda pernah mendengar tentang penyakit tb paru? Penyakit ini termasuk jenis penyakit yang mana bersifat menahun dan kronis. Pada kenyataannya, penyakit ini menular dan dapat diderita oleh semua orang. Mengenai mereka yang mengidap penyakit tersebut, umur dapat beragam baik itu mulai dari 15 tahun hingga 35 tahun. Biasanya penyakit tersebut akan menular dan menjangkiti mereka yang memiliki kondisis fisik yang lemah dan juga mereka yang memiliki kekurangan gizi. Orang yang tinggal satu atap dengan penderita TBC juga memiliki resiko lebih tinggi dalam terkena penyakit tersebut. Mengenai habitat, Anda perlu memperhatikan kondisi lingkungan Anda yaitu jangan yang lembab, dan kurangnya ventilasi pada tempat tinggal Anda tersebut.

Mendapatkan Askep TB Paru

Perlu Anda ketahui bahwa penyakit TBC dapat disembuhkan terutama bila menerapkan askep tb paru yang tepat. Akan tetapi para penderita biasanya mengalami masalah dalam hal penerapan informasi mengenai penyakit tersebut sehingga pencegahan dan juga pengobatan menjadi terlambat untuk dilakukan. Dalam hal ini kematian yang disebabkan oleh penyakit tersebut tentu akan tinggi karena kurangnya pemahaman yang signifikan tentang penyakit TBC. Di negara Indonesia, jumlah kematian akibat penyakit tersebut memiliki peringkat ke 3 terburuk di dunia. Pada tiap tahunnya, sudah muncul 500 ribu kasus baru dan sudah lebih dari 140 ribu meninggal dunia.

Lebih Jauh Tentang Askep TB Paru

Yang perlu dipelajari selanjutnya adalah mengenai patofisiologi dari penyakit TBC. Penularan penyakit ini biasanya terjadi karena kuman yang menular melalui media udara. Mereka yang menderita TBC akan menularkan penyakit tersebut bila bersin atau juga batuk. Partikel infeksi dari penyakit tersebut akan menetap pada udara bebas kurang lebih selama satu hingga dua jam. Hal ini bergantung pada kuantitas sinar ultraviolet yang ada. Hal yang berpengaruh juga adalah tentang kelembaban dari ruangan. Bila pada tempat yang lembab, kuman akan bertahan selama berhari-hari dan bahkan berbulan-bulan. Partikel infeksi tersebut akan hinggap dan masuk ke jalur paru-paru dan nafas. Ukuran dari partikel tersebut adalah 5 mikromilimeter.

Untuk melakukan pencegahan, tentu saja ada banyak hal yang dilakukan. Salah satunya adalah dengan melakukan imunisasi BCG pada anak balita Anda. Vaksin tersebut alangkah baiknya bila diberikan pada anak yang masih kecil supaya terhindar dari penyakit tersebut. Mengenai pengobatan, tentu saja harus selalu diperhatikan tentang bagaimana caranya melakukan pengobatan dengan segera. Hal tersebut harus dilakukan secara tuntas juga. Tujuannya adalah untuk tidak menjadi sebuah penyakit yang berat dan juga terjadi penularan yang signifikan. Anda perlu juga menutup mulut dengan menggunakan sapu angan bila batuk. Untuk mengetahui segala sesuatunya tentang penyakit ini, mempelajari askep tb paru mungkin akan menjadi sebuah ide yang tepat.

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *