Askep Hepatitis Asuhan Keperawatan untuk Hepatitis

Askep hepatitis merupakan langkah di bidang keperawatan dalam manajemen penderita penyakit hepatitis. Sebelum melangkah lebih jauh mengenai askep hepatitis ada baiknya kita pahami terlebih dahulu apa itu hepatitis. Hepatitis merupakan kondisi dimana terjadi peradangan hati karena infeksi sistemik dari virus maupun oleh racun.

Dari penjelasan di atas maka penyebab hepatitis ada dua yaitu oleh virus dan non virus. Untuk hepatitis virus dikelompokkan mejadi hepatitis A, B, C,D, E dan G sedangkan hepatitis yang disebabkan oleh non virus sering karena bakteri atau kimia. Virus penyebab hepatitis adalah virus dapat dikelompokkan menjadi Replikasi virus hepatitis A, virus hepatitis B, virus hepatitis C ( HCV ) ,virus hepatitis D ( HDV ), virus hepatitis E ( HEV ), virus hepatitis F merupakan  penyakit hepatitis yang terpisah, virus hepatitis G memiliki gejala yang sama dengan hepatitis C. Sumber virus tersebut berasal dari darah, feses yang terkontaminasi, saliva, semen, sekresi vagina.

Penyebab hepatitis non virus dapat berupa pemakaian obat-obatan dan penggunaan minuman keras. Beberapa obat yang berkaitan dengan fungsi hati antara lain halotan, isoniasid, metildopa,fenitoin, asam valproat dan parasetamol.

Pada Askep hepatitis usahakan pemakaian obat tersebut sesuai dengan dosis, bila dikosumsi secara berlebihan maka bisa menggangu dan merusak fungsi hati. Selain obat-obatan, minuman beralkohol juga penyumbang resiko hepatitis.

Keluhan penderita hepatitis karena infeksi virus berlangsung sekitar 2-7 hari disertai nafsu makan menurun, nausea, vomiting, perut kanan atas terasa sakit, bagian pinggang terasa pegal, mudah lelah ketika sore hari , suhu badan naik 39 derajat celcius berlangsung selama 2-5 hari , pusing, nyeri persendian.

Virus atau bakteri masuk melalui pembuluh darah lalu menuju ke hati dan menyebabkan peradangan sehingga terjadi kerusakan sel-sel hati. Kerusakan hati ini ditandai dengan peningkatan suhu tubuh sehingga timbul gejala tidak nafsu makan (anoreksia).

Patofisiologi askep hepatitis dimana hati yang fungsinya adalah sebagai penyerap racun dalam tubuh  bila racun yang masuk berlebihan akan merusak hati sendiri.  Banyaknya racun akan mengakibatkan hati dipaksa bekerja secara berlebihan sehingga membutuhkan energi dengan cepat yang dapat menghasilkan H2O2 dimana berdampak pada keracunan.

Advertisement

H2O2 disumbang dari konsumsi alkohol yang berlebihan secara terus menerus. Lambat laun fungsi hati akan berkurang sebagai kelenjar terbesar sebagai penetral racundan inilah merupakan hepatitis non-virus. Peradangan pada hati menyebabkan hiperpermeabilitas sehingga timbul pembesaran hati.

Pengobatan Askep Hepatitis

Terapi medis dapat diberikan kepada penderita penyakit hepatitis dengan cara tirah baring dimana pasien benar-benar istirahat agar tubuh dapat memulihkan sel-sel yang rusak. Pastikan mendapat asupan gisi yang cukup  dan apabila penderita merasa mual dan muntahdapat dibantu dengan pemberian infus cairan glukosa. Biasanya pada penderita penyakit hepatitis akut rasa mual timbul pada malam hari jadi pada pagi hari berikan asupan kalori secara maksimal. Belum ada obat untuk memperbaiki kematian/kerusakan sel hati dan memperpendek perjalanan penyakit   hepatitis virus akut.  Obat yang diberikan pada penderita penyakit hepatitis  hanya untuk mengatasi peradangan yang terjadi di hati. Pada askep hepatitis untuk hepatitis yang disebabkan oleh virus, penderita diberi antivirus dengan dosis yang tepat seperti interferon, lamivudin, ribavirin, adepovir dipivoksil, entecavir, dan telbivudin.

Askep Hepatitis Asuhan Keperawatan Hepatitis

Bab I Pendahuluan

1.Latar Belakang
Hepatitis virus akut adalah penyakit infeksi yang menyebar luas pada tubuh dimana efeknya terlihat jelas pada hepar. Ada 5 kategori virus yang menjadi agen penyebab yaitu Virus Hepatitis A (HAV), Virus Hepatitis B (HBV), Virus Hepatitis C (HVC), Virus Hepatitis D (HDV), Virus Hepatitis E (HEV).

Kelima virus ini mempunyai gambaran klinis yang sama akan tetapi bisa dibedakan melalui petanda antigeniknya. yang dapat bervariasi dari keadaan sub klinis tanpa gejala sampai pada timbulnya infeksi akut yang total.

Hepatitis HAV ( Hepatitis A ) dan HBV (Hepatitis B) merupakan bentuk hepatitis yang sering ditemui.  Sedangkan untuk Hepatitis virus yang tidak masuk dalam kategori Hepatitita A atau B melalui pemeriksaan serologi disebut sebagai Hepatitis non-A dan non-B (NANBH) atau disebut sebagai Hepatitis C (Dienstag, 1990). Bila dilihat dari penularanya maka hepatitis digolongkan menjadi 2 yaitu ditularkan secara parenteral (Parenterally Transmitted) atau disebut PT-NANBH dan ditularkan secara enteral (Enterically Transmitted) disebut ET-NANBH (Bradley, 1990; Centers for Disease Control, 1990). Istilah  terbaru menyebutkan PT-NANBH sebagai Hepatitis C dan ET-NANBH sebagai Hepatitis E.

Virus delta atau virus Hepatitis D (HDV) adalah suatu partikel virus yang menimbulkan infeksi hanya bila sebelumnya telah ada infeksi Hepatitis B, HDV bisa timbul menjadi infeksi pada seseorang pembawa HBV.

2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulisan mengambil rumusan masalah sebagai berikut
– Apa Definisi Hepatitis ?
– Apa Etiologi Hepatitis ?
–  Bagaimana Klasifikasi dan penyebab Hepatitis ?
– Manifestasi Hepatitis ?
– Bagaimana Patofisiologi Hepatitis ?
– Bagaimana Pathway Hepatitis ?
– Bagaimana penatalaksanaan Hepatitis ?
– Bagaimana Asuhan Keperawatan pada Pasien Hepatitis ?’

3. Tujuan penulisan
– Untuk Mengetahui Definisi Hepatitis
-Untuk Mengetahui Etiologi Hepatitis
-Untuk Mengetahui Klasifikasi dan Penyebab Hepatitis
-Untuk Mengetahui Manifestasi Hepatitis
-Untuk Mengetahui Patofisiologi Hepatitis
– Untuk Mengetahui Pathway Hepatitis
-Untuk Mengetahui penatalaksanaan Hepatitis
– Untuk Mengetahui Asuhan Keperawatan pada Pasien Hepatitis

Bab II Pembahasan

A. Defenisi
Hepatitis adalah suatu proses peradangan difusi pada jaringan yang dapat disebabkan oleh infeksi virus dan oleh reaksi toksik terhadap obat-obatan serta bahan-bahan kimia. (Sujono Hadi, 1999).

Hepatitis adalah keadaan radang/cedera pada hati, sebagai reaksi terhadap virus, obat atau alkohol (Ptofisiologi untuk keperawatan, 2000;145)

Hepatitis virus merupakan infeksi sistemik oleh virus disertai nekrosis dan klinis, biokimia serta seluler yang khas (Smeltzer, 2001).

Hepatitis adalah Suatu peradangan pada hati yang terjadi karena toksin seperti; kimia atau obat atau agen penyakit infeksi (Asuhan keperawatan pada anak, 2002; 131)

B. Etiologi
Dua penyebab utama hepatitis adalah penyebab virus dan penyebab non virus. Sedangkan insidensi yang muncul tersering adalah hepatitis yang disebabkan oleh virus.
1. Hepatitis virus dapat dibagi ke dalam hepatitis : Hepatitis A (HAV), Hepatitis B (HBV) , Hepatitis C (HCV), Hepatitis D (HDV), Hepatitis E (HEV). Semua jenis virus tsb merupakan virus RNA kecuali virus hepatitis B yang merupakan virus DNA
2.      Hepatitis non virus yaitu :
– Alkohol : Menimbulkan alkohol hepatitis dan selanjutnya menjadi alkohol sirosis.
– Obat-obatan : Menimbulkan toksik untuk hati, sehingga sering disebut hepatitis toksik dan hepatitis akut.
– Bahan Beracun (Hepatotoksik)
– Akibat Penyakit lain (Reactive Hepatitis)

C.Klasifikasi dan Penyebab Hepatitis

HepatitisABCDE
MASA INKUBASI14 – 49 hari (+/- 28 hari)30-180 hari (+/= 75 hari)15-150 hari35 hari14-63 hari
PENULARAN FEKAL– ORALYaTidakTidakTidakYa
PENULARAN PARENTERALAkhir ini bisa ?Kontak seks, kontak serumahKontak seksKontak seks“WATER BORNE”
TIPE PENYAKITbiasaya akutbervariasibervariasibiasaya akutBiasanya akut
CARRIER KRONIKTidak5-10%80%70-80%Tidak
CAH Tidak50%YAYaTidak
SIROSIS Tidak20%20%YaTidak
HEPATOMATidakYAYaTidak
MORTALITAS0.1-0.2%0.5-2% Tanpa Komplikasi30% pada pasien kronis15-20% pada wanita hamil

D. Manifestasi klinik

Pada umumnya menifestasi klinik dari semua jenis hepatitis virus adalah sama. Berdasarkan stadiumnya maka manifestasi klinik dapat dibedakan sebagai berikut.

Fase Inkubasi : adalah fase diantara saat masuknya virus dan saat timbulnya gejala atau iktrus

Fase Prodromal (pra ikterik) : fase diantara timbulnya keluhan-keluhan pertama dan gejala timbulnya icterus. Permulaan ditandai dengan : malaise umum, mialgia, atralgia mudah lelah, gejala saluran nafas Nyeri abdomen biasanya ringan dan menetap di kuadran kanan atas atau epigastrikum

Fase icterus : Muncul setelah 5-10 hr,tetapi dapatjuga munculbersamaan dengan munculnyagejala.

Fase Konvalesen (penyembuhan) : Diawali dengan menghilangnya ikterus dan keluhan lain tetapi hepatomegali dan abnormalitas fungsi hati tetap ada. Munculnya perasaan lebih sehat, kembalinya napsu makan, keadaan akut biasanya akan membaik dalam 2-3 minggu.

E. Patofisiologi

Inflamasi yang menyebar pada hepar (hepatitis) bisa dikarenakan infeksi virus dan oleh reaksi toksik pada obat-obatan dan bahan-bahan kimia. Dengan semakin berkembangnya inflamasi pada hepar, pola normal pada hepar terganggu. Gangguan terhadap suplai darah normal pada sel-sel hepar ini mengakibatkan nekrosis dan timbul kerusakan sel-sel hepar. Setelah lewat masanya, sel-sel hepar yang rusak dibuang dari tubuh oleh respon sistem imun dan digantikan oleh sel-sel hepar baru yang sehat. Oleh sebab itu biasanya klien yang mengalami hepatitis akan kembali sembuh dengan fungsi hepar normal.

Inflamasi pada hepar karena invasi virus akan menimbulkan peningkatan suhu badan dan peregangan kapsula hati yang memicu timbulnya perasaan tidak nyaman pada perut kuadran kanan atas. Hal ini dimanifestasikan dengan adanya rasa mual dan nyeri di ulu hati.

Timbulnya ikterus karena kerusakan sel parenkim hati.Walaupun jumlah billirubin yang belum mengalami konjugasi masuk ke dalam hati tetap normal, tetapi karena adanya kerusakan sel hati dan duktuli empedu intrahepatik, maka terjadi kesukaran pengangkutan billirubin tersebut didalam hati.Selain itu juga terjadi kesulitan dalam hal konjugasi.Akibatnya billirubin tidak sempurna dikeluarkan melalui duktus hepatikus, karena terjadi retensi (akibat kerusakan sel ekskresi) dan regurgitasi pada duktuli, empedu belum mengalami konjugasi (bilirubin indirek), maupun bilirubin yang sudah mengalami konjugasi (bilirubin direk).Jadi ikterus yang timbul disini terutama disebabkan karena kesukaran dalam pengangkutan, konjugasi dan eksresi bilirubin.

Tinja mengandung sedikit sterkobilin oleh karena itu tinja tampak pucat (abolis).Karena bilirubin konjugasi larut dalam air, maka bilirubin dapat dieksresi ke dalam kemih, sehingga menimbulkan bilirubin urine dan kemih berwarna gelap. Peningkatan kadar bilirubin terkonjugasi dapat disertai peningkatan garam-garam empedu dalam darah yang akan menimbulkan gatal-gatal pada ikterus.

F. Tanda dan Gejala

Masa tunas Virus A : 15-45 hari (rata-rata 25 hari. Virus B : 40-180 hari (rata-rata 75 hari. Virus non A dan non B : 15-150 hari (rata-rata 50 hari.

Fase Pre Ikterik : Keluhan umumnya tidak khas. Keluhan yang disebabkan infeksi virus berlangsung sekitar 2-7 hari. Nafsu makan menurun (pertama kali timbul), nausea, vomitus, perut kanan atas (ulu hati) dirasakan sakit. Seluruh badan pegal-pegal terutama di pinggang, bahu dan malaise, lekas capek terutama sore hari, suhu badan meningkat sekitar 39oC berlangsung selama 2-5 hari, pusing, nyeri persendian. Keluhan gatal-gatal mencolok pada hepatitis virus B.

Fase Ikterik : Urine berwarna seperti teh pekat, tinja berwarna pucat, penurunan suhu badan disertai dengan bradikardi. Ikterus pada kulit dan sklera yang terus meningkat pada minggu I, kemudian menetap dan baru berkurang setelah 10-14 hari. Kadang-kadang disertai gatal-gatal pasa seluruh badan, rasa lesu dan lekas capai dirasakan selama 1-2 minggu.

Fase penyembuhan : Dimulai saat menghilangnya tanda-tanda ikterus, rasa mual, rasa sakit di ulu hati, disusul bertambahnya nafsu makan, rata-rata 14-15 hari setelah timbulnya masa ikterik. Warna urine tampak normal, penderita mulai merasa segar kembali, namun lemas dan lekas capai.

G. Penatalaksanaan medis

-Penderita yang menunjukkan keluhan berat harus istirahat penuh selama 1-2 bulan.

-Diet harus mengandung cukup kalori dan mudah dicerna.

-Pada umumnya tidak perlu diberikan obat-obat, karena sebagian besar obat akan di metabolisme di hati dan meningkatkan SGPT.

-Wanita hamil yang menderita hepatitis perlu segera di rujuk ke rumah sakit.

-Pemeriksaan enzim SGPT dan gamma-GT perlu dilakukan untuk memantau keadaan penderita. Bila hasil pemeriksaan enzim tetap tinggi maka penderita dirujuk untuk menentukan apakah perjalanan penyakit mengarah ke hepatitis kronik.

-Hepatitis b dapat dicegah dengan vaksin. Pencegahan ini hanya dianjurkan bagi orang-orang yang mengandung resiko terinfeksi

H. Asuhan keperawatan hepatitis

Pengkajian : Identitas Pasien meliputi Nama, Usia : bisa terjadi pada semua usia, Alamat,Agama, Pekerjaan,Pendidikan. Riwayat Kesehatan: Keluhan utama pasien mengatakan suhu tubuhnya tinggi dan  nyeri perut kanan ata. Riwayat penyakit sekarang Gejala awal biasanya sakit kepala, lemah anoreksia, mual muntah, demam, nyeri perut kanan atas. Riwayat penyakit dahulu : Riwayat kesehatan masa lalu berkaitan dengan penyakit yang pernah diderita sebelumnya, kecelakaan yang pernah dialami termasuk keracunan, prosedur operasi dan perawatan rumah sakit. Riwayat penyakit keluarga : Berkaitan erat dengan penyakit keturunan, riwayat penyakit menular khususnya berkaitan dengan penyakit pencernaan.

Pemeriksaan Fisik Review Of Sistem (ROS)Kedaan umum : kesadaran composmentis, wajah tampak menyeringai kesakitan, konjungtiva anemis, Suhu badan 38,50 CSistem respirasi : frekuensi nafas normal (16-20x/menit), dada simetris, ada tidaknya sumbatan jalan nafas, tidak ada gerakan cuping hidung, tidak terpasang O2, tidak ada ronchi, whezing, stridor.Sistem kardiovaskuler : TD 110/70mmHg , tidak ada oedema, tidak ada pembesaran jantung, tidak ada bunyi jantung tambahan.Sistem urogenital : Urine berwarna gelapSistem muskuloskeletal : kelemahan disebabkan tidak adekuatnya nutrisi (anoreksia)

BAB III Penutup

Kesimpulan
1. Definisi Hepatitis adalah suatu proses peradangan difusi pada jaringan yang dapat disebabkan oleh infeksi virus dan oleh reaksi toksik terhadap obat-obatan serta bahan-bahan kimia. (Sujono Hadi, 1999).
2. Etiologi
a.       Hepatitis virus dapat dibagi ke dalam hepatitis : Hepatitis A, B, C, D, E
b.      Hepatitis Non Virus : alkohol, obat – obatan, bahan beeracun, akibat penyakit lain
c)    Klasifikasi dan penyebab
-Hepatitis A : masa inkubasi 14-49 hari, penularan lewat fekal oral
-Hepatitis B :masa inkubasi 30-180 hari, penularan lewatpereteral
-Hepatitis C :masa inkubasi 15-150 hari, penularan lewat pereteral
-Hepatitis D :masa inkubasi 35 hari, penularan lewat pereteral
-Hepatitis E :masa inkubasi 14-63 hari, penularan lewat fekal oral

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *