Alergi Makanan Pada Anak

Kita sudah sering mendengar kata alergi lalu apa sebenarnya alergi itu ? Alergi merupakan reaksi tubuh terhadap suatu zat tertentu yang cenderung menyimpang. Penyebab alergi dapat bermacam macam dan salah satu penyebab alergi adalah makanan yang dikonsumsi. Munculnya alergi dapat disebabkan oleh beberapa hal antara lain keturunan, faktor pencetus misalnya udara dingin atau stress dan faktor luar seperti debu dan makanan.

Sampai saat ini belum ada kejelasan mengenai pathogenesis alergi makanan. Dalam situasi yang normal setelah makanan masuk dalam saluran pencernaan maka proses selanjutnya adalah penghancuran secara mekanis, secara enzimatik, detoksifikasi, pengangkutan hasil akhir metabolisme dan asimilasi seperti asam amino menjadi protein.

Bentuk metabolisme terakhir adalah E, yang dalam keadaan normal dapat diterima oleh sel sehingga tidak terjadi reaksi adverse. Dalam tractus gastrointestinal terdapat S-IgA (secretory IgA ) yang akan  mencegah absorbsi antigen dalam makanan, sehingga tidak terjadi allergi makanan.

Pada orang dewasa atau bayi dengan devisiensi IgA akan terjadi absorbsi makromolekul  protein makanan yang dapat menimbulkan allergi makanan. Demikian pula bila terjadi  gangguan pada degradasi enzimatik, sehingga makanan hanya sebagian didegradasi, hasil  akhir yang ada dapat bersifat antigenik

Gejala yang paling sering timbul yaitu berkaitan dengan organ saluran pencernaan, kulit dan saluran pernapasan. Umumnya manifestasi klinis timbul dalam 2 jam sesudah makan makanan yang menimbulkan allergi.

Gejala saluran cerna dimulai dari mulut berupa udema dan gatal-gatal (pruritus) pada bibir, selaput lendir mulut, langit-langit mulut dan farings, dimana makanan pertama kali berkontak. Bila makanan sampai ke usus, timbul gejala mual, muntah, perut kejang, kembung dan diare.

Gejala pada kulit berbentuk urtikaria akut, angioudema  sedang urtikaria kronik jarang disebabkan oleh alergi makanan.

Advertisement

Gejala pada saluran pernapasan antara lain : asma bronkhial dan lebih sering dijumpai pada anak-anak. Mungkin pula terjadi anafilaksis sistemik yang timbul beberapa menit sesudah makan makanan tertentu. Gejala anafilaksis sistemik bisa berupa ; urtikaria, angioedema, sesak napas, sianosis, sakit dada, hipotensi atau rejatan, gejala-gejala hidung, mata(konyungtival ), mual, muntah dan diare.

Pengobatan dan pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya alergi makanan pada anak adalah dengan penghindaran makanan yang menyebabkan alergi ( Avoidance ), Diet eliminasi dan Pengobatan farmakologik meliputi pengobata symtomatik dan Pengobatan profilaktik ( Anti histamin, krrtomolin dan ketotifen).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *